
Jalan dan jembatan, merupakan urat nadi perekonomian. Jalan dan jembatan putus, perekonomian pun putus. Merana, seperti pasien dirawat di rumah sakit tanpa infus. Apalagi, jalan dan jembatan terancam ambruk, ekonomipun terpuruk. Apalagi, fungsi jalan dan jembatan akses ke lokasi pendidikan, seperti mobil tanpa ban, bergerak ditempat tak bermanfaat
Senandung ini, senada dengan nasib jembatan bailey merupakan akses dan penopang utama menuju asrama dan SMA 1 Sumbar di Kota Serambi Mekah Padang Panjang. Rusak akibat erosi, tergerus aliran Sungai Sikakeh dibagian bawah jembatan. Hujan berkepanjangan, tak kunjung henti, resiko besar pun menanti. Tanda tanya, bergayut dihati, kok bisa begini
Kondisi Terkini
Sebelum dilanjut, seteguk kopi pahit membasahi bibir. Biar data akurat dan palit. Sekedar ilustrasi, jembatan bailey merupakan jembatan portabel berbahan logam yang dibangun pasca banjir lahar dingin, Mei 2024 lalu. Bencana alam itu, merusak gorong gorong utama komplek SMA 1 Sumbar dan memutus akses ke asrama.
Sekarang, kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, terancam ambruk, disebabkan, penyangga bergeser dan tergerus air. Tak lagi punya kekuatan menahan apalagi kendaraan. Bagaikan pemain sepakbola yang istirahat karena cidera. Menunggu penyembuhan sebelum merumput kembali. Entah sampai kapan, tak ada jawaban pasti
Siswa Dipulangkan
Belum ada solusi, menungu tak pasti, berimbas pada pendidikan. Sebab, siswa dipulangkan. Pemulangan itu, terlihat dari Surat Pemprov Sumbar, melalui Dinas Pendidikan Cabang Dinas Wilayah 1 SMA 1 Sumatera Barat. Surat ditanda tangani Surya Netti, SPd, MD, ditujukan kepada orang tua dan wali siswa.
Intinya, memberitahukan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Sumbar dan memutuskan untuk memulangkan siswa kerumah, Rabu (26/11) dan dijemput pukul 10.00 WIB. Informasi mengenai jadwal masuk asrama akan diumumkan lebih lanjut oleh pihak sekolah
Berharap Perbaikan Segera
Lama sudah menderita, berharap kepada Pemprov Sumbar, jembatan itu diperbaiki segera. Pembangunan jembatan lebih kokoh, penghubung siswa yang tinggal di asrama, segera diujudkan. Akses asrama menuju sekolah berupa jalan yang dibawahnya terdapat gorong goronh, dilewati aliran Sungai Sikakeh, rawan makan korban.
Diharapkan Pemprov Sumbar, segera mengubah gorong gorong di SMAN 1 Sumbar, menjadi jembatan, sehingga tidak terjadi penyumbatan. Gerak cepat Pemprov yang digadang gadangkan, bisa mencari jalan penyelesaian. Jangan sampai gerak cepat, sekedar bahasa kiasan. Karena, dibutuhkan tindakan, bukan slogan. Semoga harapan ini, menjadi kenyataan
Penulis
Novri Investigasi


