
PADANG, INVESTIGASI_Wajah memelas membias di wajah emak penjual minyak eceran. Karena himpitan ekonomi, berusaha sekedar mencari sesuap nasi. Bukan untuang yang didapat, malah buntuang karena penipuan pembeli.
Saat itu, Minggu (7/9) di Andalas, tepatnya didepan Swalayan Dallas, malam mulai merangkak. Azan Isya bergema dengan syahdu. Keheningan terpecahkan, berhentinya kendaraan roda dua, persis di kios minyak yang dijualnya. Dua pria turun dari kendaraannya.
Dua laki laki berusia muda itu, memanggil membeli minyak. Spontan Emak, keluar dan mengisi minyak motor tersebut. Dari tiga alternatif yang ditawarkan, minyak eceran Rp12.000 – Rp15.000 dan Rp20.000. Pengendara itu, memesan harga Rp15.000
Setelah, minyak diisi, pengendara itu, menyerahkan uang Rp50.000 dan dikembalikan Rp35.000. Uang Rp50.000 diterima, tanpa ada rasa curiga. Sekitar pukul 22.00 WIB, ia pun menutup kios minyak
Ia pun menghitung penghasilan dan menyisihkan sebagian untuk membeli minyak kembali. Bak petir menyambar dimalam hari, bumi dipijak rasa berguncang. Ia tak kuasa menahan air mata. Setelah tahu, uang Rp50.000 itu palsu.
Terasa iba hati, untung tak seberapa, sekedar mencari sesuap nasi. Mengumpul receh demi receh, sekedar penyambung hidup. Masih, ada orang yang tega menipu.”Tak punya hati, tak punya perasaan, pedagang kecil, sekedar mencari makan, masih tega ditipu,” desah Emak dengan suara perih menahan hati yang pedih.
Emak bisa pasrah, uang Rp50.000 baginya cukup besar. Keuntungan minyak eceran, tak seberapa. Itupun dibelikan kan lagi minyak. “Sekarang, apa yang bisa dibeli dengan uang palsu ini,” katanya seraya berharap, semoga penipuan ini tak menimpa penjual minyak eceran lain. Dan, berpesan hati hati dengan pembeli, ketika malam hari
Penulis
Novri Investigasi


