Catatan : Richard. A

Setiap orang punya gaya tersendiri dalam berkomunikasi, dan dipastikan tidak sama.
Bisa saja seseorang berbicara berapi api, terlihat agak emosi dengan mimik yang tegang.
Ada pula berbicara bersahaja, biasa biasa saja dengan nada santai dan lembut.
Ada pula berbicara dengan mengkombinasikan gaya berapi api dengan santai atau datar datar saja.
Semua gaya/ style bicara/ berpidato itu sesuai dengan lahiriah atau bawaan sejak lahir seseorang dan tidak bisa dibuat buat.
Yang jelas , meskipun gaya bicara atau berpidato manusia itu bermacam gaya, namun tujuannya tetap sama..
Antara lain, memberikan informasi kepada orang lain.
Apakah itu berupa curhatan, program, pengajaran, dan sebagainya.
Dengan bicara atau pidato, orang akan melihat dan paham maksud dan tujuannya bicara.
Bila seseorang tersebut merupakan dosen,/ guru, sudah pasti mereka akan menyampaikan materi kuliah/ pengajaran sesuatu ilmu kepada anak didiknya.
Bagi mereka pemangku adat, tentu menginformasikan hal hal yang berhubungan dengan adat istiadat atau tentang keputusan adat dalan suatu nagari/ kaum.
Begitu juga halnya bila mereka seorang birokrat, sudah pasti akan menyampaikan hal hal yang berhubungan dengan birokrasi/ kinerja atau program program kerja ke dalam instansi dan untuk masyarakat banyak.
Kembali ke judul artikel, para kepala daerah di tanah air punya style berpidato yang berbeda sesuai dengan karakternya masing masing. Tidak sama.
Tetapi di Kota Padang saat ini terlihat jelas gaya bicara kepala daerahnya sungguh berbeda, terutama Wawako Maigus Nasir.
Dia selama ini dikenal seorang ustad, dan sudah menduduki berbagai posisi, baik di lembaga sosial kemasyarakatan, maupun di pemerintahan. Pernah Ketua DPRD Kota Padang, anggota dewan propinsi dan sebagainya..
Sebagai wakil kepala daerah lima tahun ke depan di Padang . Dia terlihat dalam berpidato sangat hati hati dan jelimet dan mengetahui posisinya.
Hal itu terlihat dalam setiap pertemuan dengan staf/ aparat dan berbagai kalangan masyarakat di lapangan.
Meskipun posisi wakil kepala daerah/ Wawako, adalah sangat strategis dan juga mewakili kepentingan pemerintah daerah.
Tetapi Maigus pada setiap penampilannya di tengah tengah masyarakat, baik dalam menyampaikan program Pemko dan lainnya.
Dia selalu menyebutkan dirinya sebagai orang yang mewakili walikota.
Misal dengan sebutan, Antara lai, “Saya mewakili Pak Walikota Fadly Amran, yang berhalangan hadir”, dan menyampaikan pesan pesan selalu atas nama Walikota Fadly Amran
Meskipun dia selalu terlihat merendah, dan tidak saling mendahului, tetapi begitulah gaya Maigus Nasir bila bersosialisasi tentang program Pemko di tengah tengah masyarakat,.
Dengan ucapan pesan dan harapan selalu dikatakannya dari Walikota Fadly Amran.
Enak didengar , dan untuk disimak/ dikaji. Yang jelas, dengan style tersebut terlihat kedua pimpinan daerah itu akur dan saling menjaga posisi.
Yang diuntungkan jelas masyarakat, karena senang melihat pimpinannya akur, senada dan seirama.
Semoga progres pembangunan ke depan aman dan lancar.
Citra positif Kota Padang semakin terpelihara dengan baik.
Gebrakan/ ketegasan kedua pimpinan itu agar tetap langgeng.
Dwi tunggal tidak bubar.


