
PARIAMAN, INVESTIGASI_Dihentikannya pelaksanaan Pekan Kebudayaan Daerah (KPD) oleh Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Aziz, menjadi polemik berkepanjangan. Alasan KPD tidak boleh memakai APBD melukai hati masyarakat Nagari Ketaping.
Apalagi, pelaksanaan sudah disiapkan secara matang dan peserta dari Malaysia pun menyatakan akan hadir. Polemik inipun menuai tanggapan beragam oleh perantau. Mereka prihatin dengan kisruh yang terjadi
DR. Suryadi, perantau minang yang berdomisili di Belanda dan menjadi dosen di Negeri Kincir Angin itu, menyarankan, sebaiknya persoalan ini, ‘dibao duduak, baopok tagak bapusu. Begitu juga Niniakmamak Nagari Ulakan dan Sunua Lubuak Aluang, sebaiknya dibawa juga sebagai ‘Sitawa Sidingin:
Ia melihat Dt. Rajo Sampono, samgat emosi menyikapi persoalan ini. ‘Maraso arang dicoreangan di kaniang. Ini menjadi pelajaran bagi bupati. Di Minangkabau jangan memerintah dengan pendekatan top dowm Kalau di Jawa boleh saja, karena kental feodalnya.
“Tapi ini Minangkabau, apalagi Piaman. Sangat berbahaya kalau penguasa daerah Gubernur, Bupati dan Walikota, berpikir segalanya bisa dihitamputiahkan di tangannya,” kata ajo Surya sapaan akrabnya kepada media ini melalui Mustafa Tanjung, tokoh perantau Piaman
Ia juga mengatakan, saya belum begitu banyak mengenal track record dan sejarah Bupati Pariamam sekarang ini. Tapi sepengetahuannya, karir politik baliau banyak dibina di rantau (Jawa/Jakarta). Agar persoalan tak terulang lagi, sebaiknya bupati harus punya staf ahli yang bisa membari nasehat dan masukan bagaimana menghadapi masyarakaik di kampuang halaman
‘Ini Pariaman. Salah salah mengambil langkah, akan keluar perkataan. Kok kayo kayo soranglah! Kami indak ka mamintak. Kok bakuaso bakuaso soranglah! Kami indak ka tunduak. Kok pinta pinta soranglah! Nan kami indak ka mintak baraja.” katanya
Sedikit berkisah, kalau ia pulang kampung, meski banyak undangan di seluruh Asia Tenggara, sesampai di kampung halaman tetap mandi dihila hiliia, bakato di bawah bawah Duduak di lapau agak sajam duo jam mandanga lapuak lapak ota orang, sambia mancatat dalam pikiran.
Ia juga menyarankan kepada Asmadi, sebaiknya bupati didampingi. Diingat ingatkan agar tidak bertindak dan berpikir cara Jakarta/Jawa dalam memimpin Padang Pariaman. Nv


