
Investigasi -Sijunjung, 30 Oktober 2025 — Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sijunjung menggelar upacara peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) ke-79 di halaman kantor setempat pada Kamis (30/10).
Upacara berlangsung khidmat dengan Anton Widodo, Kepala KPPN Sijunjung, bertindak sebagai pembina upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa.
Upacara ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat dan staf KPPN Sijunjung, serta Kepala Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Kosultasi Perpajakan (KP2KP Sijunjung) beserta seluruh pegawainya, yang bersama-sama memperingati momen bersejarah lahirnya Oeang Republik Indonesia (ORI) — simbol kedaulatan ekonomi bangsa.
Dalam pidato yang dibacakan, Menteri Keuangan menyampaikan bahwa peringatan Hari Oeang bukan sekadar seremoni, melainkan momentum refleksi atas perjalanan panjang pengelolaan keuangan negara sejak Indonesia memutuskan mencetak uang sendiri pada tahun 1946.
“Tujuh puluh sembilan tahun lalu, bangsa ini mengambil keputusan revolusioner: mencetak Oeang Republik Indonesia. Di atas selembar kertas itu, tercetak kedaulatan, keberanian, dan tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri,” ujar Menteri Keuangan dalam pidato yang dibacakan oleh Anton Widodo.
Lebih lanjut, Menteri menegaskan bahwa semangat tersebut kini diwujudkan dalam bentuk menjaga kepercayaan publik dan kedaulatan ekonomi nasional, melalui pengelolaan APBN yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada kesejahteraan rakyat.
“Kalau dulu perjuangannya lewat mencetak ORI, hari ini perjuangan kita adalah menjaga rupiah tetap kuat, memastikan APBN bekerja untuk rakyat, dan membangun kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan, sehebat apa pun kebijakan tidak akan berhasil,” lanjutnya.
Tahun ini, peringatan Hari Oeang mengusung tema “Kemenkeu Satu, Kawal Asta Cita”, yang mencerminkan komitmen seluruh insan Kementerian Keuangan untuk bersatu padu dalam mengawal delapan cita besar bangsa.
Anton Widodo dalam sambutannya setelah upacara menegaskan bahwa tema tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh pegawai agar selalu menjaga solidaritas, profesionalisme, dan integritas dalam setiap langkah pengabdian.
“Kemenkeu Satu berarti kita bekerja dalam satu sistem, satu napas, dan satu tujuan. Di manapun kita bertugas, kita adalah bagian dari garda terdepan penjaga stabilitas keuangan negara,” ujar Anton.
Pidato Menteri Keuangan juga menyinggung arah transformasi ekonomi nasional, di mana Kementerian Keuangan berperan penting dalam memastikan kebijakan fiskal menjadi penggerak pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen sebagai pondasi menuju Indonesia Maju.
“Pertumbuhan yang kita kejar bukan sekadar angka tinggi di laporan, tetapi pertumbuhan yang benar-benar dirasakan rakyat,” tegas Menteri.
Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh semangat kebangsaan.
Seluruh peserta mengenakan pakaian dinas lengkap dan mengikuti jalannya upacara dengan khidmat. Momentum Hari Oeang juga sekaligus bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, menambah makna nasionalisme dalam kegiatan tersebut.
Mengakhiri pidatonya, Menteri Keuangan berpesan agar seluruh jajaran Kementerian Keuangan terus menjaga semangat pengabdian, memperkuat sinergi, dan bekerja dengan jujur serta disiplin demi Indonesia yang kuat, adil, dan sejahtera.
“Kita satu dalam semangat, jujur dalam niat, dan disiplin dalam kerja. Kementerian Keuangan akan selalu menjadi jangkar stabilitas bangsa,” tutupnya.
Dengan semangat Hari Oeang ke-79 ini, KPPN Sijunjung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, mendukung transformasi keuangan negara, dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui tata kelola yang transparan dan akuntabel. Jon Hendri


