
SIJUNJUNG, INVESTIGASI_Pagi itu, ruang rapat KPU Dharmasraya terasa lebih hidup dari biasanya. Para Kasubag Keuangan, staf teknis, dan operator aplikasi berkumpul dengan penuh antusias untuk mengikuti asistensi penerapan Digipay Satu.
Tim dari KPPN Sijunjung hadir langsung, dipimpin oleh Jon Hendri, Kepala Seksi Verifikasi Akuntansi dan Kepatuhan Internal.
Jon Hendri membuka kegiatan dengan mengajak peserta melihat gambaran besar transformasi digital dalam pengelolaan keuangan pemerintah.
Ia menekankan bahwa Digipay Satu bukan sekadar sistem baru, tetapi sebuah cara kerja yang membawa satker pada proses yang lebih tertib, cepat, dan mudah dipertanggungjawabkan.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Dengan Digipay Satu, kita ingin memastikan setiap langkah transaksi lebih jelas dan transparan,” ungkap Jon.
Setelah pengantar tersebut, giliran Sekretaris KPU Dharmasraya, Amrullah, memberikan sambutan. Dengan nada optimis, ia menyampaikan bahwa KPU Dharmasraya siap menyongsong perubahan menuju tata kelola keuangan yang lebih modern.
“Selama ini banyak hal kami kelola secara manual. Hari ini kami belajar membuka babak baru—lebih efisien, lebih jelas, dan tentu saja lebih akuntabel. Terima kasih kepada KPPN Sijunjung yang telah hadir mendampingi kami,” ujar Amrullah, disambut anggukan para peserta.
Barulah setelah sambutan tersebut, sesi inti asistensi dimulai. Rahmat D. S, Pejabat Teknis PTPN KPPN Sijunjung, memandu peserta memahami Digipay Satu dengan gaya yang komunikatif dan mudah diikuti.
Ia menunjukkan bagaimana pemesanan barang, proses negosiasi, persetujuan PPK, hingga pembayaran bendahara dapat dilakukan secara digital, tanpa tumpukan berkas dan tanpa uang tunai.
Sesi yang awalnya tampak teknis segera berubah menjadi forum interaktif. Operator KPU langsung mencoba fitur-fitur aplikasi, staf keuangan mencatat poin penting, dan seluruh peserta melihat sendiri bagaimana proses belanja dapat berjalan lebih cepat dan bersih dari risiko kesalahan.
“Digipay Satu ini bukan hanya platform, tapi kebiasaan baru yang membuat pekerjaan kita jauh lebih ringan dan terstruktur,” jelas Rahmat .
Di bawah arahan Jon Hendri, sesi diskusi kembali dibuka.
Pertanyaan bermunculan—mulai dari teknis input transaksi hingga penyesuaian SOP internal. Semua dijawab dengan runtut, memastikan setiap peserta benar-benar memahami alurnya.
Kehadiran Kasubag Keuangan, staf teknis, operator, serta koordinasi dengan mitra penyedia yang selama ini bekerja sama dengan KPU menjadikan asistensi ini sebagai pijakan awal yang kuat bagi KPU Dharmasraya dalam menerapkan cashless payment secara menyeluruh.
Masuknya KPU Dharmasraya ke ekosistem Digipay Satu menjadi penegas komitmen KPPN Sijunjung dalam mendorong digitalisasi perbendaharaan di wilayah Dharmasraya.
Transformasi ini dipandang akan mempercepat proses pengelolaan anggaran sekaligus membangun budaya kerja yang lebih transparan dan berintegritas.
Apa yang terjadi pada 24 November 2025 itu bukan sekadar sesi asistensi—melainkan langkah awal sebuah perubahan yang lebih besar. (Jon KPPN)


