
PADANG, INVESTIGASI_Kesedihan yang mendalam, serasa sembilu yang menikam. Luminpark Cluster yang disebut sebut, bebas banjir dan tsunami, hancur dihondoh aia gadang. Tidak rumah saja yang rusak, isi rumah dan mobil, ikut dibawa longsor
Mencekam, itu sangat dirasakan warga Perumahan Luminpark Cluster, saat cuaca ekstrem, Kamis (27/11) lalu membasahi Ranah Minang, termasuk Kota Padang. Ketenangan penghuni terusik, kala air memasuki kawasan mereka. Tak terbayangkan, air itu menjadi momok yang menakutkan.
Bagaikan mimpi. Sungguh diluar dugaan, perumahan bebas banjir dan tsunami, menjadi lokasi yang menyeramkan saat banjir dan longsor terjadi. Tak ada yang tersisa, semua hanyut, seiring kedatangan longsor itu. Lebih kurang 50 rumah kena terjang
Mobil mewah yang parkir didepan rumah, tak mampu menahan deras air. Rumah yang asri dengan tanaman, berubah tumpukan kayu gelondong berserakan.”Tak ada yang tersisa, hanya air mata, mengiringi bencana ini,” ujar An penghuni Luminpark Cluster.
Penghuni Grandia ‘Kacamehan’
Duka yang mendalam penghuni Luminpark Cluster membuat warga Perumahan Grandia ‘kacamehan’. Kenapa tidak, lokasi mereka tak berapa jauh dari Luminpark Cluser. Rasa was was menghantui mereka, jika hujan turun membasahi bumi.
Mereka berharap, ini menjadi perhatian developer, apalagi melihat derita yang dialami penghuni Luminpark Soucer, Developer diharapkan bisa mencari jalan keluar. Baik, untuk warga Luminpark Cluser yang tertimpa bencana, maupun 50 penghuni Grandia menunggu bencana dengan kecemasan. Nv


