
Catatan : Richard, Akb Sutan Palito / wartawan
Eksistensi Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Padang sejak beberapa bulan lalu mendapat perhatian dan sorotan khusus dari masyarakat, baik di daerah ini, maupun orang perantauan.
Karena ini salah satu lembaga kemasyarakatan yang mempunyai tugas pokok dan fungsi cukup berat,
antara lain bertugas dan berfungsi melestarikan, membina dan menjaga nilai nilai adat, budaya Minangkabau .
LKAAM sudah jelas akan diisi oleh para penghulu atau Ninik mamak dan cendekiawan yang tergabung dalam lembaga Kerapatan Adat Nagari (KAN), LKAAM, tersebar di 11 kecamatan, yang notebone sangat paham dengan permasalahan adat istiadat , budaya dan nagari.
Mengingat begitu besarnya peran LKAAM tentu pengurusannya harus diisi oleh orang orang yang betul betul paham dengan permasalahan adat istiadat, budaya , pintar berorganisasi, dekat ke atas, ke bawah dan kesamping. Dalam artian bisa merangkul semua komponen.
Juga harus punya pemikiran yang sangat luas/ tajam , punya berbagai terobosan dan bergerak dinamis.
Jangan setelah dipilih sebagai pucuk LKAAM, diam saja, tanpa ada upaya dan kontribusi positif untuk pembinaan dan pengembangan nilai nilai budaya Minangkabau di tengah tengah masyarakat.
Bila dilihat atau diamati secara jelimet Tupoksi LKAAM sangat berat sekali,
Disitu terpampang jelas kata kata, melestarikan, membina dan menjaga nilai nilai adat serta budaya Minangkabau.
Dari beberapa untaian kata kata tersebut sudah jelas pengurus LKAAM harus berfikir dan bergerak cepat, jangan stagnan/ diam di tempat .
Berarti juga harus mampu berkoordinasi dengan berbagai komponen bangsa. Baik dengan masyarakat/ anak kemenakan, pemerintah, berbagai Ormas, dan berbagai stocholder untuk mengaktifkan lembaga ini sesuai tugas pokok dan fungsinya .
Yang amat urgen lembaga ini harus mampu berdampingan dengan pemerintah setempat dengan visi.misi dan program kerja yang jelas.
Dengan visi, misi dan program kerja yang jelas tersebutlah, pemerintah setempat turut memberikan dukungan, baik dukungan mori
maupun material/ penganggaran yang cukup significant.
Makanya pengurus terpilih harus bisa menyatu dengan Pemda, sesama pengurus dan stocholder penting lainnya.
Instansi kebudayaan. dan instansi terkait yang ada di daerah ini jangan sampai luput dari perhatian LKAAM. Karena lembaga ini merupakan mitra sejati untuk pengembangan nilai nilai adat budaya Minangkabau.
Kota Padang terdiri dari 11 kecamatan, sebaiknya di 11 kecamatan tersebut terasa gaung dan sepak terjang pengurus LKAAM yang baru. Seperti aktifitas budaya, adat, permainan kesenian anak nagari dan pembinaan nilai nilai budaya kepada masyarakat, sebagai salah satu upaya pelestarian nilai nilai budaya Minangkabau.
Musda IX LKAAM Kota Padang akan digelar 22 September 2026, diperkirakan berlangsung hangat, seru dan berdenamika,
Sudah ada tiga calon kandidat ketua, yaitu Hendri Yazid Dt. Rajo Diguci , Irwan Basir Dt. Rajo Alam dari wilayah Kecamatan Kuranji , dan satu dari kawasan Lubuk Kilangan (incumben) Syafril Ulbi Dt. Bagindo Rajo, mereka sudah mendaftar sebagai kandidat
di sekretariat panitia komplek Kantor LKAAM Sumbar, 1 sampai 11 September 2026.
Irwan Basir , Syafril Ulbi dan Hendri Yazid sama sama bertekad memberikan yang terbaik untuk menjaga marwah lembaga ini bila kelak terpilih menjadi Ketua LKAAM Padang lima tahun ke depan.
Begitu juga ketiga kandidat itu telah menyiapkan program untuk mengangkat citra LKAAM Kota Padang lima tahun ke depan .
Bila disimak dan didengar ketiga kandidat itu cukup berpengalaman di organisasi kemasyarakatan, dan memenuhi kriteria lainnya, seperti yang direspon Ketua Pelaksana Yolanda Kaharuddin Dt. Sati Nan Balapiah
Musda tersebut pasti akan semarak, karena Walikota Padang Fadly Amran akan hadir langsung membuka Musda IX LKAAM Kota Padang, di Gedung Kantor Balaikota Padang Air Pacah Tanggal 22 September 2026.
Kehadiran walikota, Ketua DPRD Padang , Forkopimda dan para Pimpinan OPD memang sangat ditunggu para Ninik mamak sebagai salah satu upaya pemberi semangat dalam merumuskan berbagai kebijakan atau program LKAAM lima tahun mendatang, serta memilih Ketua LKAAM 2026/2031.
Segenap panitia pelaksana sudah siap menggelar alek Ninik mamak ini, dan optimis akan berlangsung dengan sukses, ujar Ketua Pelaksana Dt. Yolanda dan Sekretaris Panitia Herfin Rajo Sampono.
Untuk itu semua peserta Musda selalu berfikiran positif untuk memajukan LKAAM llima tahun ke depan, bahkan selamanya .
Untuk memperkuat Musda ini , dalam beberapa kali pertemuan sudah dibahas tata tertib maupun persiapan lainnya,
Untuk tata tertib pemilihan disusun secara demokratis, , seluruh Ketua LKAAM Kota Padang dan Ketua KAN se-Kota Padang sudah bertemu dan berdialog membahas rancangan tata tertib (Tatib) Musda dan persyaratan lainnya bagi para Balon.
untuk pencalonan Ketua LKAAM Kota Padang diusulkan empat LKAAM atau dua KAN yang ada di Kota Padang.
Sementara untuk pemilihan, masing-masing LKAAM dan KAN se-Kota Padang memberikan satu suaranya. Ditambah, satu suara masing-masing berasal dari LKAAM Sumbar, LKAAM Kota Padang dan Forum Komunikasi Kerapatan Adat 9 Nagari.
Total suara yang akan diperebutkan kandidat 23 suara.
23 suara menentukan masa depan LKAAM Padang yang lebih baik.


