
PADANG, INVESTIGASI_Duka mencekam, rasa trauma yang mendalam, mewarnai kehidupan warga Gunung Nago dan Kuranji. Bencana banjir dan longsor datang bertubi tubi, sangat memilukan hati. Habis semua yang dimiliki. Rumah, sawah dan ladang, terbawa arus air.
Harapan warga tertitip kepada Balai Wilayah Sungai Sumatera ( BWSS V), agar dapat menyelesaikan pekerjaan membuka alur sungai Kuranji, khususnya kawasan Gunung Nago. Harapan itu, terlontar dari Ari Ketua Pemuda Kapalo Koto. Katanya, dilokasi pekerjaan, semoga penderitaan ini cepat berlalu
“Kami warga berharap pekerjaan cepat selesai, biar warga tenang. Petani bisa kembali ke sawah. Dan, pemilik kolam bisa melanjutkan usahanya,” kata Ari, berharap kepada warga jangan ganggu pekerjaan. Mereka itu, profesional dan faham apa yang dilakukan
Gerak Cepat, Kerahkan 11 Unit Alat Berat
Tak ingin, warga terlalu lama larut dalam duka, BWWS V dibawah kepemimpinan Naryo Widodo pun bergerak cepat. Berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk warga di lokasi bencana dan PT. Nindy Karya, gerak cepat pun dilakukan. Membuka alur Sungai Kuranji, khususnya kawasan Gunung Nago. Ini dilakukan untuk mengantisipasi luapan air
Pekerjaan dikebut, ditengah cuaca yang tak menentu. Target pun dipasang, awal Maret 2026 pekerjaan selesai. Tak tanggung tanggung, 11 alat berat turun ke lokasi, bergerak cepat tak henti, demi mempercepat pembukaan alur sungai dan pembuatan tanggul darurat
Tak tanggung tanggung, pekerjaan pun melebihi target. Bahkan, telah mencapai 500 meter lebih dari total 2.350 meter yang ditarget. Langkah sementara, sedimen batu yang terbawa banjir, dimanfaatkan sebagai tanggul darurat, sebelum dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pasca tanggap darurat.
Tujuannya, agar aliran sungai terkendali dan mengurangi resiko banjir. Apa yang dilakukan, demi satu tujuan, menunjukkan komitmen BWSS V, melindungi warga dari ancaman banjir, sekaligus memastikan pemulihan infrastruktur berjalan sesuai rencana.
Penulis
Novri Investigasi


