
Sekilas memang berkelas dan wah. Diawali senyum sumringah nelayan, namun bakal berakhir kekecewaan. Ya, harapan membara didada, terbayang dimata, pembangunan Kampung Nelayan di Nagari Kataping, bakal membuat nelayan sejahtera, diprediksi bakal tertunda
Bukan tanpa alasan, bukan juga mencari alasan. Tapi, berdasarkan fakta dan kondisi dilapangan. Proyek dikerjakan PT. Indopenta Bumi Permai, senilai Rp13.742.937.000, masih jauh dari harapan. Apakah, akan selesai sesuai tahun anggaran
Cuaca Ekstrem
Buka mata dan telinga, jeritan dimana mana. Banjir dan longsor, membawa derita. Aktifitas pekerjaan banyak tertunda. Persoalan ini, menjadi kendala Pembangunan Kampung Nelayan di Desa Katapiang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman
Cuaca ekstrem lawan terberat proyek yang mulai dikerjakan September 2025. Nekat, satu kata ditujukan pada proyek bernomor kontrak B 6068/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2025 itu. Nilai proyek Rp13 M lebih, waktu pekerjaan mepet, cuacapun ekstrem
Waspadai Main Mata
Disebut sebut, berembus isu dilapangan, rekanan kurang memperhatikan waktu. Ada istilah, asal dapat proyek, tak memikirkan resiko dikemudian hari. Demi mengejar ambisi, tak tertutup kemungkinan bobot volume direkayasa dan adanya main mata antara PPK Ditjen Kelautan dengan rekanan
Investigasi dilapangan, progres tak bergerak cepat dan pekerjaan terkesan lambat. Harapan nelayan, agar pekerjaan cepat selesai, supaya dapat dimanfaatkan segera, terkendala keadaan. Terlepas dari persoalan terjadi, warga berharap rekanan lebih mengebut pekerjaan.
Agar Kampung Nelayan Merah Putih yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sesuai harapan. Tentu, jadi pertanyaan dan perlu jawaban, apakah pekerjaan ini bisa tepat waktu dan tepat mutu ditengah cuaca tak menentu. Yuk, sama kita tunggu
Penulis M. Adil
Editor Novri Investigasi


