
PADANG, INVESTIGASI_Melihat dari jalan raya Parak Karakah, bangunan Ruang Kelas Baru, terasa indah. Namun, setelah masuk dan melihat hati terasa gundah. Kenapa tidak, bangunan tahun 2024, itu terlihat rusak tak terawat dan bermasalah.
Padahal, belum setahun dan belum ditempati tak terlihat cerah lagi, kusam, memudar, layak bangunan ditinggal penghuni. Telusuran media ini, Sabtu (10/8) ke lokasi pekerjaan, proyek dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK), itu menyayat hati. Cat memudar, dinding retak rambut.
Pintu, masuk papannya sudah retak. Platfon bocor dan terlihat bekas rembesan air. Dan, sudah terlihat lubang menyangga diantara susunan triplek untuk platpon itu. Bagian WC di belakang SKB terbengkalai, tak dilanjutkan
Proyek SKB 2025
Seiring dengan itu pembangunan TU SKB milik Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, senilai Rp487.843.066.07, juga penuh tanda tanya. Diprediksi proyek dikerjakan CV. Yonatta Kelbi, mengabaikan mutu, kualitas dan tak mengacu Speck
Secara visual, untuk bangunan struktur tiang, baik kolom utama maupun kolom praktis jarak begol tak beraturan. Tentu menjadi tanya, berapa jarak begol proyek masa pelaksanaan 12O hari kalender, mulai kerja tanggal 10 Juli 2025, sumber dana APBD itu.
Wajar saja, patut dicurigai ada mark up volume pembesian pada pekerjaan bernomor kontrak 527/PK.P.TU/KBWIL 1 PDG/PPK-DiSDIKBUD/2025 tersebut. Termasuk juga timbunan untuk lantai, tak dibersihkan terlebih dulu. Rumput, kayu, ranting dan tumpukan material lainnnya berserakan, langsung ditutupi menggunakan tanah timbunan.
Well : Croscek Kelapangan
Saat dikonfirmasikan kepada Well, Kabid Sapras Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Senin (11/8), terkait speck pekerjaan, segera kami perintahkan konsultan pengawas untuk crossceck dilapangan
“Sementara, pembangunan SKB Parak Karakah dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan kesanggupan anggaran pertahun,” katanya, pesan singkat melalui WA
Penulis
Novri Investigasi


