
Catatan : Richard, Akb
Untuk meraih kembali ticket ke pentas nasional, Persatuan Sepakbola Padang (PSP) harus memulai dengan pertandingan antar kampung, seperti antar klub yang ada di 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Bisa saja mencapai 19 klub atau dibawah itu sesuai dengan kemampuan daerah masing masing, atau kemampuan klub yang dibina oleh perorang/ kelompok.
Beruntung Kota Padang ada alokasi dana pembinaan sekitar satu miliar ?, dari Pemko untuk pembinaan/ pertandingan antar kampung (kab/ko di Sumbar).
Yang jelas tidak seluruh kabupaten/ kota yang tampil, karena keterbatasan dana untuk pembinaan klub, baik melalui APBD maupun perorangan.
Kalau ditengok ke belakang puluhan tahun lalu, PSP betul betul berjaya, pasukan urang awak tersebut sangatl diperhitungkan di pentas nasional, bahkan pernah masuk devisi utama/ satu.
Dengan tampilnya PSP dipentas nasional waktu itu memberikan.dampak positif yang luar biasa, mengangkat harga diri orang Minang, terutama yang diperantauan.
Di sudut sudut warung pojok diperantauan, PSP selalu menjadi buah bibir, begitu hebatnya PSP kala itu.
Tidak hanya itu, klub klub dari berbagai propinsi di Indonesia selalu memperhitungkan eksistensi dan kekuatan PSP.
Melorotnya prestasi PSP waktu itu, antara lain disebabkan ketiadaan support dana dari Pemko, karena waktu itu tidak boleh lagi pembinaan memakai dana pemerintah.
Selain itu minimnya pemain berkualitas nasional.
Beberapa dekade lalu, eksistensi PSP mengalami pasang naik dan surut, sepertinya sudah tengglam di pentas nasional.
Sejak kepemimpinan Walikota Padang Fadly Amran yang memasuki setahun kerja. Ia mulai melirik perlunya PSP ditata ulang dan dibina lagi dengan baik.
Muncullah pengurus baru dengan semangat cukup tinggi dan dukungan yang besar dari dari Pemko.
Eksistensi pengurus baru ini diyakini mampu mengangkat citra PSP ke pentas Sumbar dan selanjutnya nasional.
PSP di berbagai laga tingkat kampung ( daerah), harus lolos di Sumbar..Selanjutnya mewakili propinsi untuk tanding antar propinsi se Indonesia, dan mudah mudahan lolos ke pentas nasional.
Mottonya kini adalah, “Mambangkik Batang Tarandam”. Dalam artian mengangkat kembali mutiara yang hilang.
Semoga PSP bangkit kembali dan jangan sebaliknya , makin tarandam.
Tentu pengurus harus kompak, pembinaan teratur/ disiplin. Kembangkan
Open manajemen, ambil pelatih yang berkualitas standar nasional, jangan asal comot aja.
Pemain yang dipilih/ ditampilkan di berbagai laga betul betul yang terbaik dari yang baik, jangan yang dekat dekat “Katiak”, pengurus atau orang orang penting saja, tetapi minim prestasi dan daya juang.
Semoga PSP bangkit dan berjaya lagi di pentas nasional.
Bila lolos ke pentas nasional tentu harus menyediakan ” ampau” yg besar. Sponsor??.


