
Investigasi-Sijunjung — Di tengah kesibukan dan ritme kerja yang kian padat, Pemerintah Kabupaten Sijunjung mengajak para ayah untuk sejenak meluangkan waktu pada salah satu momen paling bermakna dalam kehidupan anak, yakni saat menerima rapor di sekolah dengan kehadiran ayah di sisinya.
Ajakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sijunjung Nomor 400.13/464/DPPKB-2025 tentang Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah dalam mendukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia.
Melalui edaran ini, Benny Dwifa Yuswir menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sijunjung untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi utama pembangunan manusia.
Surat edaran tersebut disampaikan kepada Sekretaris Daerah, para asisten Sekretariat Daerah, seluruh kepala perangkat daerah, para camat, serta pimpinan instansi vertikal, badan usaha milik negara dan daerah, hingga unsur swasta di Kabupaten Sijunjung.
Seluruh jajaran ini diharapkan turut mendukung dan menyosialisasikan gerakan tersebut di lingkungan kerja dan wilayah masing-masing.
Melalui edaran ini, para ayah—baik aparatur sipil negara, pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, maupun karyawan swasta yang memiliki anak usia sekolah—diimbau untuk hadir langsung ke sekolah saat pembagian rapor.
Kehadiran ayah dimaknai bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai bentuk dukungan emosional, keteladanan, serta keterlibatan aktif dalam pendidikan anak.
Pemerintah daerah juga mendorong instansi dan lembaga terkait untuk memberikan dukungan administratif, termasuk penyesuaian jam kerja atau dispensasi kehadiran, agar para ayah dapat memenuhi ajakan tersebut.
Kegiatan ini dianjurkan untuk didokumentasikan dan dipublikasikan melalui berbagai kanal informasi, termasuk media sosial dan kanal YouTube resmi, sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat.
Bupati Sijunjung menaruh perhatian khusus pada makna kehadiran ayah di ruang-ruang kecil pendidikan anak.
Di bangku sekolah, di antara lembar rapor dan catatan guru, tumbuh rasa dihargai, kepercayaan diri yang menguat, serta hubungan batin yang tak tergantikan.
Anak-anak membutuhkan figur ayah yang hadir—bukan hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga sebagai pendamping dan panutan dalam proses tumbuh kembang mereka
Gerakan ini sejalan dengan semangat Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan dan pendidikan.
Melalui langkah sederhana namun sarat makna ini, komunikasi antara orang tua dan sekolah diharapkan semakin terbuka, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama.
Dengan terbitnya surat edaran tersebut, Pemerintah Kabupaten Sijunjung berharap tumbuh budaya pengasuhan yang lebih setara dan partisipatif. Ketika ayah dan ibu berjalan berdampingan mendampingi anak, dari keluarga yang kuat itulah masa depan daerah dibangun—pelan, pasti, dan penuh harapan.(Jhendri KPPN).


