
PADANG, INVESTIGASI_Riak persoalan dihentikan pelaksanaan Pekan Budaya Daerah (KPD) oleh Bupati Padang Pariaman, John Kennedy Aziz, masih terasa. Berbagai tanggapan menyertai kisruh yang terjadi. Ada yang pro dan ada yang kontra. Ada yang mengklarifikasi
Seperti yang terucap dari Ketua DPD Partai Golkar Padang Pariaman, Asmadi. Dengan santai ia menanggapi polemik yang terjadi. Menariknya, ia mengatakan kegaduhan itu, hanyalah bentuk miskomunilasi yang semestinya tidak diperbesar
Lain lagi dikatakan, Mustafa Tanjung, SH, tokoh perantau Padang Pariaman. Katanya, apa yang disampaikan Asmadi, apa pantas dikatakan sekedar miskomunikasi. Terlepas dari semua itu, kita tentu berharap masalah ini akan dapat diselesaikan dengan bijak dan sportif.
“Indak ado karuah nan indak ka janiah. Indak ado kusuik nan indak ka salasai. Terpenting, bertindak sportif dan saling instropeksi diri. Jika salah harus mengakui kesalahan. Bukan mencari cari alasan membenarkan kesalahan. Apalagi menganggap enteng suatu persoalan,” kata Ajo Mus panggilan akrabnya
Ia juga menyarankan, kusuik di ujung tali, babaliak ka pangka tali. Segala sesuatu bisa diselesaikan, jika kita melihat persoalan secara jernih. Dan, hilangkan ego yang akan memperkeruh keadaan
“Mudah mudahan ‘ayah’ mau memaafkan anaknya dan ” ‘anak’ mau meminta maaf dengan tulus dan ikhlas kepada ayahnya. Jika ini dilakukan, masalah akan selesai. Ingat, damai itu indah,” kata Mustafa mengakhiri. Nv


