
PAYAKUMBUH, INVESTIGASI_Digadang gadangkan, jalan seribu lubang sebutan lain jalan Batas Kota Payakumbuh – Sitangkai, sudah rancak dan mancilak. Padahal, belum sepenuhnya jalan itu diperbaiki. Hanya 8,4 kilometer. 5,5 kilometer dalam bentuk beton, sisanya berupa aspal.
Diruas lain, sebutan jalan seribu lubang, masih menyala. Disebabkan lubang besar, masih menganga. Sehingga, proyek bernomor kontrak 26/PKK/SK-PJN 1-Bb.03.23.1.2/XII/2025, nilai kontrak Rp42.768.588.000,00 sumber dana APBN, masa pelaksanaan 210 hari kalender, masih menjadi tanda tanya
Sebab, masih ada sekitar 20 kilometer lagi, Sitangkai – Batusangkar yang belum dilaksanakan. Itupun masih menunggu arahan pemerintah pusat. Tidak itu saja, persoalan lain pun muncul pada pekerjaan proyek yang dikerjakan PT. Putra Hari Mandiri, kontraktor supervisi PT. Garis Putih Sejajar KSO, PT.Adhimascipta Dwipintara dan PT. Parades Karya Konsultan.
Soalnya, salah satu ruasnya di Halaban mengalami kelongsoran dan membahayakan kendaraan melintasi jalan tersebut. Longsor dibibir jurang menghiasi jalan seribu lubang, sebutan menggema dilokasi longsor. Meski, sudah dibatasi police line, tapi suasana mencekam masih terlihat saat pengendara melintasi jalan.
Bahkan, dirasakan sendiri oleh media ini, saat melintasi lokasi, Rabu (14/5). Longsor, belum ada tanda tanda dilakukan perbaikan. Hanya police melintasi terbentang panjang disekitar longsoran. Kalau tak cepat diperbaiki, akan beresiko terhadap pengendara, terutama malam hari.
“Selama ini, hanya mencuat berita perbaikan jalan seribu lubang, sementara longsor dibiarkan dibibir jurang,” kata Ar pengendara melintasi jalan itu, bersamaan dengan media ini melihat lokasi longsor, Rabu (14/5), seraya menyebutkan, ini bagian dari pekerjaan jalan Batas Kota Payakumbuh – Sitangkai yang digadang gadangkan.
Ini baru satu item pekerjaan yang menuai persoalan, belum pekerjaan lain, seperti beton pada jalan provinsi menggunakan dana Inpres melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat. Sebab, disebut sebut, juga terkendala permasalahan.
Terlepas dari persoalan yang terjadi, Kepala Balai dan Ka Satker yang sama akrab dipanggil Andi, terkesan enggan menanggapi. Buktinya, dikonfirmasikan via WA nya, Minggu (17/5), masih diam seribu bahasa, meski ceklis dua. Lalu, bagaimana pekerjaan di lokasi lainnya. Tunggu saja
Penulis Dion
Editor Novri Investigasi


