
‘PADANG, INVESTIGASI_Tak ada manusia yang menghendaki terjadi bencana. Semuanya kehendak Allah SWT. Bisa jadi, sebagai teguran dan peringatan bsgi umatnya. Terlepas dari semua itu, Badan Nasional Penanggulan Bencana Nasional (BNPB) ataupun Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) sudah siap mengantisipasi dan mengatasi bencana terjadi
Ini terlihat dari beberapa misinya, menyelenggarakan dukungan dan tata kelola logistik dan peralatan penanggulangan bencana. Menyelenggarakan penanggulangan bencana secara transparan dengan prinsip good govermence. Dan, ini, juga menjadi acuan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, dibawah kepemimpinan Hendri Viton, ST, MM
Buktinya, saat bencana banjir dan longsor, meluluhlantakan Ranah Minang, termasuk juga Kota Padang, beberapa hari lalu, mengakibatkan sebagian warga dievakuasi. Saat pasca bencana, pasukannya bergerak cepat, tak kenal lelah, berjuang siang malam, membantu warga yang terdampak bencana.
Menelusuri dinginnya malam, menghadang panas ‘garang’ terus berjuang menyuplai air bersih, kepada warga terdampak. Beberapa daerah yang rawan menjadi perhatian. Sehingga, terlihat bergerak cepat, bertindak tepat dan bentangkan data akurat. Wajar saja, gerak cepat BPBD Kota Padang, menuai pujian warga. Sebab, mampu melayani masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor
Data Korban Terdampak Bencana
Bukan bekerja tanpa data dan fakta, BPBD Kota Padang, juga memiliki data, informasi dan rekapitulasi dampak bencana. Sehingga,
BPBD Kota Padang, memudahkan menjalankan tugas mengatasi persoalan dilapangan. Adapun bentangan data, akibat bencana dan dampaknya.
Korban jiwa meninggal 12 orang, mengungsi 2.186 orang. Perkiraan kerusakan infrastruktur mencapai Rp241.939.644.953,00. Sementara, tempat pengungsian, Kecamatan Koto Tangah 391 jiwa, Kecamatan Nanggalo 835 jiwa, Kecamatan Kuranji 173 jiwa, Kecamatan Lubuk Kilangan 36 jiwa dan Kecamatan Pauh 751 jiwa.
Sedangkan kerusakan, rumah rusak berat 358 unit, rumah rusak ringan 2038 unit, jembatan RB7 RR 1, jalan 750 meter, bendungan 11 unit RB, 2 unit RR, intake PDAM 5 unit RB, tebing sungai 200 meter, tebing penahan rumah 110 meter, fasilitas pendidikan 22 unit (8 PAUD, 12 SD, 2 SMP, fasilitas ibadah 4 unit (1 mesjid 3 mushalla), sawah 3, 323 ,86 Ha, daerah irigasi 4 RB dan peternakan 5 sapi, 14 .577 ayam dan itik, 45 kambing. Bersambung
Penulis Novri Investigasi


