
PADANG, INVESTIGASI_Kecelakaan yang dialami Callysta Yumeko Ramadanov, menimbulkan kekecewaan dari orang tuanya Iyut Aprina Osmi. Kenapa tidak, saat berbaris di sekolah anak tertusuk paku. Bukan pertolongan yang didapat, malah harus menunggu ia menjemput untuk mengobati luka anaknya.
Wajar saja, timbul kekecewaan Iyut Aprina Osmi terhadap kepedulian pihak sekolah. Bukannya, melakukan pertolongan pertama, tapi menunggu orang tua untuk mengobati
Sembari memendam kekecewaan, ia menceritakan,
pagi mau berbaris, anaknya tidak sengaja menginjak paku di sekolah. Tancapan paku sampai telapak kaki dan menembus sepatunya. Saat mengalami kesakitan, anaknya pergi ruang UKS dan bertemu dengan Bapak Mardia. Anaknya, sudah menjelaskan, kaki sakit tertusuk paku. Responnya terkesan seadanya dan hanya bertanya dimana tertusuk paku. Bahkan, tanpa rasa bersalah, menjawab ruang UKS tutup
“Karena, tak ada tanggapan, anak saya minta bantuan kepada temannya Tasya untuk menjelaskan kepada guru kelas Buk Siska. Lantas guru itu mencek kaki anak saya. Bukannya, ditolong, malah disuruh anak menelepon mamanya,” kata Iyut, kepada medua ini, Rabu (16/4)
Ia juga menceritakan, saat itu ia dalam perjalanan dan kendaraan dipakainya bocor ban. Membutuhkan waktu lama untuk sampai sekolah. Lalu ia menelepon wali kelas anaknya Buk Siska dan minta tolong di antar dulu ke Puskesmas atau klinik.”Jawaban yang saya terima, tidak bisa bisa anak tinggal. Jemput saja sama mamanya,” kata Iyut meniru ucapan walikelas yang langsung mematikan hpnya
Inipun menjadi tanda tanya Iyut, dalam dalam kondisi darurat, kecelakaan kecil, ditanggapi biasa biasa saja. Padahal, beresiko besar terhadap anaknya. Sekurang kurangnya ada tindakan pertama, bukan berdiam diri melihat anak saya menahan sakit. Padahal di sekolah ini, ada kegiatan sosial. Bahkan, setiap menerima raport dipungut sumbangan untuk kegiatan sosial. Setiap habis lebaran dipungut sumbangan ramadhan untuk kegiatan sosial disekolah. Tapi, saat anak kecelakaan, tak ada rasa peduli. Dimana rasa sosialnya,” kata Iyut lagi
Karena masih penasaran, ia mencari kepala sekolahnya, tapi tidak bertemu. Ia berharap, untuk kedepan, tidak terjadi lagi peristiwa ini, termasuk kepada siswa lain
Ketika media ini, mengkonfirmasikan kepada Kepala Sekolah SMP Negeri 26 Padang, memang ada tanggapan. Bahkan, langsung menelepon orang tua korban. Tapi, sampai sekarang, belum ada menjenguk siswa. Dalam chatnya, Kepsek juga mengatakannya, Waka sedang mencari rumah. Bahkan, juga minta sherlok lokasi. Tapi, ada juga yang datang sampai saat ini. Rama


