
PADANG, INVESTIGASI_Indahnya malam berteman bintang. Senyum bulan terangi malam. Gemercik air bersenandung rindu di Muaro Padang. Menikmati mie Muaro Kepiting di Batang Arau, berteman sinar rembulan dan secangkir kopi di malam yang syahdu
Disudut Cafe Muaro Kepiting, beberapa hari sebelum bencana meluluhlantakan negeri ini, seorang pria berpenampilan rapi, duduk menyendiri. Tenang, berwibawa ditengah keramaian pengunjung. Sejuta tanda tanya, bergayut dihati pengunjung, bukankah itu, Vasco Ruseimy, Wakil Gubernur Sumbar.
Tanpa Pengawalan
Membuat pengunjung kagum dan heran. Tak terlihat ajudan, tak ada pengawalan, hanya satu orang teman duduk disampingnya sembari ngobrol diselingi canda dan tawa. Layaknya, pengunjung lain, tetap antri memesan makanan. Tak ada prioritas, apalagi diistimewakan
Padahal, Wahyudi, owner Cafe Muaro Kepiting, memberikan pelayanan khusus, namun ditolak. Vasco, menyarankan, agar melayani pelanggan yang duluan. Baginya budaya antri harus ditegakkan. Jawaban Wakil Gubernur, membuatnya terkagum dan menuai simpatik pengunjung lain
Peduii UMKM
Membuat owner Kafe Muaro Kepiting dan pengunjung kagum, sikap rendah diri yang melekat pada Wagub itu. Kenapa tidak, dibalik jabatan orang nomor dua di Sumbar, tentu ia memilih tempat nongkrong yang elit dan berkelas. Bukan di Batang Arau yang masih dipenuhi, anak muda dan berkantong terbatas
Pengunjung menyimpulkan Vasco sosok yang peduli UMKM. Tak segan harus bercampur dengan pengunjung dan antri menunggu makanan. Sosok yang merakyat dan peduli rakyat. Pemimpin masa depan yang diharapkan. Karena, tak ada sekat dan pembatas dengan rakyat. Semoga
Penulis
Alwisray
Editor
Novri Investigasi


