
Jarang dilakukan walikota sebelumnya. Hanya menerima laporan di belakang meja. Asal Bapak Senang (ABS), itu kadang diterima. Walau, kondisi di lapangan tak sesuai fakta. Lain, walikota kini. Fadly Amran sering meninjau pekerjaan di lapangan. Walau sekedar memantau dan menghimbau
Ya, itulah yang terjadi. Datang ke lapangan, meninjau pekerjaan, memantau kegiatan dan menghimbau agar pekerjaan dilakukan sebaik baiknya. Dipercepat agar masyarakat merasakan manfaat. Tak memahami, apakah dilapangan sudah sesuai spesifikasi teknis, mengacu kontrak ditanda tangani.
Seharusnya Ditemani Tim Teknis Indenpenden
Datang kelapangan melihat kondisi pekerjaan, itu memang langkah tepat. Bukankah, ada kata bijak.’Lebih baik melihat dengan mata kepa satu kali, daripada mendengar cerita orang seribu kali’. Bisa membuktikan dan membandingkan laporan dan fakta dilapangan. Sehingga, terhindar dari ‘ Takicuah di nan tarang’
Tapi, ada pertanyaan yang bergayut di hati. Tak kunjung mendapat jawaban sampai hari ini. Dari sekian pekerjaan proyek yang ditinjau, apakah pekerjaan sesuai harapan. Bukan tanpa alasan, ujung ujungnya pekerjaan menuai persoalan. Alhasil, tinjauan lapangan, terkesan seremonial, tanpa pekerjaan yang maksimal. Inilah sampai sekarang masih mengganjal
Kalau bisa! Ya, kalau bisa. Sebaiknya, saat tinjauan kelapangan walikota didamping tim ahli teknis. Sebab, tim ahli teknis memiliki pengetahuan spesifik untuk mengevaluasi, apakah pekerjaan sesuai spesifikasi teknis, standar kualitas dan progres berjalan. Tim teknis independen ini, bisa memberikan penjelasan dan analisa terkait pekerjaan sedang berjalan
Sehingga, walikota dapat memahami secara jelas, tentang kondisi proyek, kendala dihadapi. Tak bisa dipungkiri, selama ini persoalan pekerjaan proyek sering terjadi dilapangan. Kalaupun walikota datang kelapangan, tak memahami persoalan, hanya bisa menerima laporan, walau kadang tak sesuai kondisi pekerjaan. Apalagi, kurangnya pengawasan, sehingga rekanan bekerja asal asalan.
Penulis
Novri Investigasi


