
Catatan : Richard. Akb
Banyak orang tidak tahu dan tidak merasakan dahsyadnya kawasan Gunung Padang sebagai salah satu icon wisata Kota Padang dan Sumbar yang sudah mendunia.
Mungkin belum seluruh warga Kota Padang dan Sumbar yang berkunjung ke kawasan ini, dan baru sekedar kenal Gunung Padang dan tempat berkuburnya tokoh legenda Siti Nurbaya, yang terkenal di sinetron televisi nasional yang disandingkan dengan tokoh Syamsul Bahri dan Datuak Maringgih, di cerita novel Marah Rusli. Yang terkenal dengan kawin paksa?.
Kalau ke kawasan Gunung Padang harus melewati kawasan Batang Arau dan dikenakan retribusi masuk Rp10.000 perorang dibawah kendali Dinas Pariwisata Kota Padang.
Di sepanjang jalan terlihat benteng benteng pertahanan masa penjajahan Belanda dengan sejumlah senjata (meriam) yang masih tersisa sebagai icon pendukung / menambah menariknya kawasan tersebut.
Untuk menuju puncak Gunung Padang harus mendaki dan melalui puluhan, bahkan seratusan anak tangga. Berkisar hampir satu kilo meter atau lebih.
Jalannya cukup bagus di cor beton, meskipun ada beberapa titik yang memperlihatkan keaslian kawasan tersebut.
Tidak perlu takut di beberapa titik jalan terlihat sejumlah binatang kera menambah semaraknya wisatawan memanfaatkan jalan itu.
Bagi pengunjung yang kurang menguasai medan / jalan , pasti terkejut para kera menatapnya dengan mata tajam. Kadang kadang mengejar pengunjung yang membawa tentengan.
Binatang kera itu hanya sekedar menunggu rezeki kalau kalau ada yang membawa makanan. Ada juga yang memberi, meskipun kera tersebut, termasuk hewan yang dilindungi, tidak boleh diberi oleh oleh, oleh pengunjung di kawasan tersebut.
Untuk mencapai puncak Gunung Padang mengahabiskan waktu sekitar setengah jam , bahkan lebih, karena harus melalui tanjakan berjenjang/ tangga.
Kebanyakan pengunjung tak kuat langsung menuju puncaknya, harus beberapa kal istirahat di beberapa titik mengambil nafas.
Kalau ingin mengurangi gejala penyakit jantung, gula , kolestrol dan lainnya, cukup bermanfaat sering sering ke objek wisata tersebut, otot bergerak, keringat bercucuran, lemak
terbakar.
Di puncak Gunung Padang sangat mengasikkan dan menyejukkan. Disana ada gajebo gajebo tempat beristirahat atau duduk melepas lelah setelah mendaki menaiki tangga yang cukup banyak.
Di puncak gunung Padang pengunjung bisa melihat dan menikmati panorama yang sangat indah dan menakjubkan.
Bisa menikmati keindahan kota Padang yang dipenuhi dengan bangunan.
Juga bisa menikmati keindahan laut dari puncak gunung Padang, termasuk bisa melihat kawasan pulau pulau kecil dan kawasan wisata Air Manis yang terkenal dengan Batu Malin Kundang si Anak Durhaka.
Pokoknya dipuncak Gunung Padang sangat enak, sejuk dan menakjubkan. Tak heran ada yang betah berlama lama di sana menjelang sore. disana juga ada penjual minuman ringan sekedar melepas dahaga.
Yang cukup menarik diseparoh jalan menuju puncak Gunung Padang ada spot untuk berolahraga yang menantang, seperti olahraga panjat tebing.
Ada Mapala Unand yang memanfaatkan beberapa sisi Gunung Padang yang berbatu tersebut untuk berlatih keahlian panjat tebing yang sudah di surveinya sesuai peruntukannya.
Tidak jauh dari tempat berlatih olahraga panjat tebing itu, disana terdapat kuburan legenda Siti Nurbaya.
Pengunjung harus memasuki goa di bawah bebatuan besar untuk melihat kuburan tokoh leganda Siti Nurbaya, yang terkenal dengan kawin paksa di zamannya.
Jangan hanya sekedar mendengar ceritanya saja, ayo ke Kawasan wisata Gunung Padang, berolahraga jalan kaki, sambil menikmati panorama yang sangat menakjubkan dan melihat lebih dekat kuburan tokoh legenda Siti Nurbaya “Kawin Paksa”, yang sudah mendunia.


