
Catatan : Richard
Ingatkan dunsanak, apa pesan orang tua dulu.
Makan jangan berlebihan, bisa sakit perut atau muntah.
Berbicara jangan terlalu banyak, bisa tidak percaya orang/ ngaur.
“Kok mandi di sungai di bawah bawah, biar air tidak keruh”.
Dan banyak pameo orang orang dulu yang terbukti ditengah tengah masyarakat sampai saat ini.
Terlihat femomena saat ini aksen dan aksi “para pejabat publik” atau orang perorangan begitu ramainya di Medsos. Hari hari di medsos dihiasi dengan aksi/ aksen mereka dalam melakukan berbagai aktifitas sehari hari sebagai bukti mereka melakukan aktifitas untuk rakyat.
Aksen / aksi itu sangat signifikan karena tersebar di seluruh dunia, bukti bahwa si Anu telah berbuat Anu , dengan harapan direspon positif orang banyak , terutama dimana mereka menyandang amanah tersebut.
Kemunculan di medsos/ dengan konten di era sekarang tidak disangsikan lagi, bahkan sudan menjadi trend atau kebanggaan bagi seseorang.
Kalau dulu dalam bersosialisasi hanya mengandalkan media massa, seperti media cetak, televisi, radio dan yang lainnya. Kini dilengkapi untuk bersosialisasi diri dengan medsos/ konten seperti Melalui tiktok, Instagram, WA dan sejenisnya.
Melalui medsos tersebut sosialisasi diri dan penyampaian program dan hasil kerja, tidak hanya dalam bentuk tulisan dan foto foto, tetapi juga dalam bentuk suara dan video/ audio visual. Yang menampilkan seseorang, terlihat lebih Kren dan jitu.
Tetapi, ibarat pameo orang Minang seperti yang disebut diatas, bahwa bila makan terlalu kenyang/ banyak, bisa sakit perut/ muntah, atau mengakibatkan bisa menimbulkan penyakit .
Begitu pula barangkali dengan penampilan di medsos yang terlalu berlebihan bisa saja mendatangkan “penyakit”, bagi yang bersangkutan.
Atau bisa menimbulkan kebosanan / kejenuhan dikalangan audience/ masyarakat, bahkan yang bersangkutan bisa tersandung dengan ucapan dan penampilannya sendiri, apalagi Ndak cocok pula dengan realita di lapangan.
Hal tersebut sudah terlihat di sejumlah daerah, ingin untung malah buntung, dapat kritikan miring dan lainnya.
Realita ucapan dan sikron di lapangan harus teruji dan 👍…
Makanya jangan terlalu berlebihan “forsi makannya”, seperti diingatkan orang orang tua dahulu ??.


