
Bengkulu, Investigasi – Matinya aliran air ledeng PDAM bukan tanpa sebab atau unsur kesengajaan yang dibuat. Namun, meski untuk dapat dipahami, tak mengalir air tersebut lantaran ada beberapa faktor kendala. Seperti, baru-baru ini pecahnya pipa besar aliran air, sehingga pihak PDAM kota dengan sangat terpaksa harus mematikan sementara aliran air ledeng. Lantaran sedang diupayakan perbaikan dengan segera.
Respon cepat tanggap, Direktur Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu Samsu Bahari dalam menyikapi berbagai Kendala di PDAM patut mendapat apresiasi. Pasalnya beliau rela turun langsung kelokasi guna untuk mempatikan kebocoran pipa besar tersebut dapat segera tertangani.
“Maaf adek-adek jika saya terlihat kular kilir pipa besar kami bocor, harus segera diperbaiki. Sebab. kasihan masyarakat. Ya saya harus cek terus kelapangan untuk memastikan pipa tersebut benar-benar tertangani,” ungkapnya waktu itu.
Sebagai sosok seorang pimpinan di PDAM Kota Bengkulu, Samsu Bahari tak segan-segan untuk meminta maaf kepada masyarakat khususnya masyarakat Kota Bengkulu, terkait ketidaknyamannan selama proses perbaikan pipa bocor tersebut.
“Atas nama Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu saya meminta maaf atas ketidak nyamanannya saat ini,” sampai Direktur Perumda Tirta Hidayah Kota Bengkulu Samsu Bahari, ST, MM
Kepada media ini Samsu juga sempat menceritakan bahwa dirinya kerap dimaki-maki oleh warga melalui pesan WhatsApp (WA) terkait masalah ledeng.
“Ya namanya, juga masyarakat dan kita disini adalah pelayanan masyarakat. Jadi apapun itu kita sama-sama maklumi,” ujarnya.
Bahkan, ada salah satu warga yang marah-marah dan meminta untuk bertemu langsung dengan Samsu.
“Jadi ada warga yang marah dan minta ketemu, Ya saya temui. Namun,, Alhamdulillah setelah diberi penjelasan mereka paham,” tutupnya. (R)
Penulis: M Martanus


