Masih Layakkah, Kota Padang Disebut Kota Layak Anak?

Spread the love

Pertanyaan ini agak miris, bukan berarti sadis. Berita mengguncang Ranah Minang, terasa menampar kita semua. Pelecehan seksual terhadap anak. Sodomi terhadap anak anak. Sungguh biadab dan teramat kejam. Padahal, Kota Padang selama ini disebut Kota Layak Anak. Tapi, kekejaman seksual terhadap anak memudarkan semuanya.

Julukan Kota Layak Anak, bukan sekedar nama saja. Ada kriteria yang harus dipenuhi untuk mendekatkan predikat itu. Secara etimologi bahasa, Kota Layak Anak adalah kota yang mampu merencanakan menetapkan serta menjalankan seluruh program pembangunan dengan berorientasi pada hak dan kewajiban anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik

UNICEF sendiri menggalakkan promosi perencanaan kota dengan melibatkan anak anak sebagai cara terbaik untuk membangun kota berkelanjutan. Begitu juga kriteria Kota Layak Anak, haruslah memenuhi keamanan dan kenyamanan seorang anak serta bebas dari unsur kekerasan, diskriminasi dan rasialisme, kevulgaran dan pencabulan serta ekspos berlebihan terhadap data diri anak.

Apakah persyaratan ini, terpenuhi oleh Kota Padang sehingga mendapat julukan Kota Layak Anak. Penulis berpikir positif, bisa jadi terpenuhi. Karena julukan ini sudah lama dianugerahkan. Dan, mungkin kasus pencabulan dan kekerasan terhadap anak belum begitu mencuat. Lalu, dengan kejadian beberapa hari belakangan, terjadinya pelecehan terhadap anak, tentu mempengaruhi julukan itu.

Apalagi, pelecehan seksual dilakukan sangat sadis. Itupun dilakukan oleh orang orang dekat dengan anak. Seharusnya, menjaga dan melindungi. Malah, melakukan perbuatan keji. Kakek, paman, tetangga, secara bersama melakukan pelecehan seksual kepada anak dibawah umur. Sekejam kejamnya Harimau tak pernah memakan sesamanya. Duh, sungguh pilu dan menyayat hati.

Kejamnya lagi, anak anak pengajian juga menjadi korban. Tak terbayangkan, seharusnya mereka menuntut ilmu dan belajar untuk bekal menuju kehidupan yang lebih baik dan berhaklah mulia. Dinodai oleh oknum yang tak berprikemanusiaan. Tak terbayangkan oleh pikiran, ada perbuatan sekeji itu, terhadap anak anak yang tak berdosa. Begitu burukkah kelakuan mereka. Begitu hancurkah moral mereka. Anak tak berdosa dijadikan korban.

Memang berat mempertahankan predikat Kota Layak Anak. Karena harus melindungi dan menjaga kenyamanan anak anak. Termasuk menjaga dari kekerasan dan pelecehan seksual. Namun, ini menjadi tugas kita bersama untuk mempertahankan predikat ini. Juga menjadi kewajiban Pemerintah Kota Padang. Sehingga, predikat yang disandang, bukan seremonial dan penghargaan semu belaka.

Caranya, mari kita beri kenyamanan dan keamanan terhadap anak anak. Orang tua benteng pertama menjaga anak anak. Ninikmamak, alim ulama dan tokoh masyarakat bersatu padu memerangi kekerasan terhadap anak anak. Pemko Padang, melakukan program brilian untuk memberi perlindungan terhadap anak. Bukan sekedar bekerja keras. Tapi dibarengi kerja cerdas. Sehingga, Kota Padang Kota Layak Anak bisa dipertahankan. Semoga

More From Author

Mengurai Sengkarut Proyek CV. Kamala Unida di PUPR Padang

Berharap SPFC Lolos dari Lubang Jarum Degradasi

24 thoughts on “Masih Layakkah, Kota Padang Disebut Kota Layak Anak?

  1. I used tto bee suggested this website through mmy cousin. I amm
    nott certtain whethsr or not this ppublish iis wriutten by mesns of hiim
    as nno one eelse know sujch special approximately mmy problem.
    Youu aree amazing! Thanks!

  2. Hi I am soo happly I found youjr blog, I really fund you byy
    accident, while I wass researching oon Yhoo ffor somethning else, Anyhow I aam here nnow and would just like
    tto say thbank you for a marvelous poat aand a aall rund entertaining blog
    (I alzo love the theme/design), I don’t have
    tkme to reasd it all att thee moment butt I hwve
    book-marked itt aand alao added in your RSS feeds, soo when Ihhave time I wiol bbe back tto redad muh more, Please ddo keeep upp the fanntastic work.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT